Pages


berikut ini adalah langkah-langkah dalam instalasi vpn pptp debian :
* apt-get install pptpd
* edit file pptpd.conf > /etc/pptpd.conf
Localip 192.168.1.1
remoteip 192.168.1.100-120 (sesuaikan dengan settingan anda)
localip adalah ip server pptp, dan remoteip adalah range ip yang dialokasikan untuk klien. Pada contoh diatas kita mempunyai 20 client simultaneous (192.168.1.100-192.168.1.200)
* edit file pptpd-option > /etc/ppp/pptpd-options
Name pptpd
refuse-pap
refuse-chap
refuse-mschap
require-mschap-v2
require-mppe-128
ms-dns 192.168.1.1 (sesuaikan dengan DNS server anda)
proxyarp
nodefaultroute


Jadi begini kasusnya, ada dua buah network yang berbeda (sesuai konsep VPN). Misal network A dan Network B. Masing-masing network tersebut mempunyai Router sendiri (tentu saja) :D. Tujuan dari VPN
tersebut adalah bagaimana klien di Network B bisa konek dengan klien Network A seolah-olah klien Network tersebut satu network dengan klien di Network A. Permasalahan tersebut selesai dengan membuat VPN server pada Server Network A, dan klien Network B tinggal men-Dial ke server VPN tersebut. Dengan konfigurasi tersebut klien pada Network B dapat "lokal-an" dengan klien Network A. Dan konfigurasi VPN dapat dengan sederhana menggunakan PPTP dengan OS Linux (Debian) seperti pada postingan saya yang sebelumnya Install VPN server PPTP Debian .


Okay, sekarang permasalahannya adalah alangkah baiknya jika Server Network B tersebut yang men-dial ke Server VPN Network A, jadi klien pada Network B tidak usah susah-susah men-dial ke Server VPN Netwrok A. Jadi si klien ini tidak tau menahu soal koneksi VPN, pokoknya ketika dia mau "lokal-an" dengan klien Network A, itu akan dengan mudah, seperti dia meng-akses klien sesama lokal Network nya. Disini server-server tersebut menggunakan Debian Linux dan untuk VPN nya menggunakan PPTP. Langsung saja ya, terlalu berbelit-belit :D.

Jadi Skenarionya Server Network B (Debian) akan men-dial Server VPN Network A (yang berfungsi juga sebagai Gateway Server Network A). Saya anggap Server VPN Network A sudah terkonfigurasi, dan tinggal mengkonfigurasi PPTP Client pada Server Debian Network B. Jadi Intinya adalah Install PPTP Client pada Linux (dalam hal ini menggunakan Debian). Oiya, konfigurasi ini saya gunakan untuk Debian Linux via Command Line, jadi bukan via GUI

Langakah pertama adalah menginstall paket pptp

Untuk menginstall moodle pada squeeze, dilakukan langkah-langkah berikut :

Tambahkan repository DVD

Quote
# apt-cdrom add

lakukan hingga disk ke 4

Install Mysql server dan clien
Quote
# apt-get install mysql-server mysql-client

Download moodle terbaru
Quote
# cd /var/www
# wget http://download.moodle.org/download.php/direct/stable22/moodle-latest-22.tgz

Login sebagai root pada Debian,  Nah, untuk menginstall paket-paketnya kita perlu disknya, masukkan disknya lalu masukkan perintah seperti ini : 

Instalasi WordPress di Debian Lenny 5.04 Mode CLI
Setelah masukkan perintah diatas, akan ditanya, Lalu tekan Y pada keyboard, lalu enter, setelah siap install paket tersebut, lalu install beberapa paket yang lainnya, tapi ada yang sedikit bingung gak, sebenarnya tadi intall paket apa sih, nah saya jelasin, itu tadi untuk install WEB Server atau yang biasa di sebut APACHE , dan juga untuk PHP nya, yang kedua ini, kita akan mengistall database untuk worpressnya sapalagi kalau tidak MySQL langsung saja masukkan perintah ini :
 Instalasi WordPress di Debian Lenny 5.04 Mode CLI
Setelah masukkan perintah diatas, akan ditanya seperti gambar di bawah ini, nah pertanyaan tersebut, ditujukan untuk login untuk masuk ke database MySQL tersebut, :
Instalasi WordPress di Debian Lenny 5.04 Mode CLI
Nah, masukin dah password yang dinginkan, lalu pilih ok, setelah instalasi semua paket selesah, baru dah kita konfigurasi semuanya, pertama-tama kita create Database untuk wordpressnya, caranya gimana, nah karena OS ini berbasis CLI  maka kita membutuhkan 1 laptop ataupun PC lagi, hehehehe. Tetapi bila dilakukan secara Virtual bias juga kok, seperti yang saya sedang lakukan ini, ok, jika web server ini telah terhubung, langsung aja, kita buka browser yang ada contoh saya meggunakan Mozilla firefox pada address bar ketikkan http://192.168.50.1/phpmyadmin  nah, angka yang tertera pada address tersebut adalah IP Address web server tersebut, terserah deh buatnya berapa. Nanti akan muncul seperti ini :

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya yaitu Modem smartfren connex (ZTE AC682) di Debian Squeeze. Trik ini berlaku juga untuk modem GSM. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk melakukan sharing internet di Debian Squeeze dengan modem CMDA/GSM :
Sebelumnya, IP address untuk masing-masing komputer adalah :
Debian :
addreess : 192.168.137.1
netmask : 255.255.255.0
Windows XP :
addreess : 192.168.137.100
netmask : 255.255.255.0
gateway : 192.168.137.1
Preferred DNS Server : 10.17.3.244
Alternate DNS Server : 10.17.3.252
Untuk DNS Server bisa berbeda-beda sesuai provider yang digunakan, dalam kasus ini menggunakan provider smartfren. Untuk mengeceknya silahkan liat di file /etc/resolv.conf.
1. Pastikan kedua komputer tersebut sudah saling terhubung dalam sebuah jaringan. untuk mengecek bisa meggunakan perintah berikut, jika ada pesan reply maka kedua komputer tersebut sudah salang terhubung :

Berikut ini adalah langkah-langkah melakukan koneksi internet modem smartfren connex (AC682) di debian squeeze menggunakan wvdial :
1. Pastikan Packages wvdial sudah terinstall.
2. Pastikan modem sudah terhubung ke komputer, lalu lakukan perintah dibawah ini melalui terminal :

$ eject /dev/sr1
$ rmmod usb_storage
3. Cek usb modem melalui terminal dengan perintah seperti ini :
$ lsusb

4. Setelah mengetahui informasi usb modem, lakukan perintah berikut :

    About Me

    My Photo
    IT DAN GAME
    jogja, DIY, Indonesia
    View my complete profile

    Followers